Dukungan Muslim Untuk Ahok Memanas Diluar PN JakPus

DUNIASATU.COM - Dua kelompok hari ini hadir di depan Pengadilan Negeri Jakarta Utara, tempat calon Gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok disidang dalam dugaan penistaan agama. 



Salah satu kelompok menyuarakan penangkapan terhadap Ahok. Sebaliknya, kelompok lain adalah relawan pendukung Ahok yang ingin menyampaikan dukungannya. Sambil sama-sama melakukan orasi, mereka juga membentangkan berbagai poster bernada dukungan dan hujatan.
Orasi yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi sedikit ricuh saat seroang perempuan merampas sebuah poster bertuliskan "Kami Muslim Mendukung Ahok". Poster itu dibawa oleh para relawan Ahok. Seperti dikutip dari Viva.co.id, polisi yang mengamankan sidang tersebut langsung mengamankan keadaan sebelum suasana semakin memanas.
Dinilai tak sesuai dengan Islam.


Wanita yang belakangan diketahui bernama Diah beralasan bahwa poster tersebut tidak sesuai dengan Islam. Selain Diah, seorang bernama Kasman juga ikut merebut poster tersebut. Kasman juga menilai bahwa tak seharusnya poster tersebut berada di kubu pendukung Ahok.
Adu yel.

Selain beradu poster dan orasi, kedua kelompok juga terlibat adu yel. Massa penentang Ahok meneriakkan permintaan untuk menangkap sang calon Gubernur. "Tangkap, tangkap, tangkap si Ahok, tangkap si Ahok sekarang juga," teriak mereka seperti dikutip dari Okezone.com. Sebaliknya, relawan pendukung meneriakkan yel dukungan kepada Ahok dengan nada yang sama. "Bebas, bebas, bebaskan Ahok, bebaskan Ahok sekarang juga," timpal kelompok pendukung Ahok.
Sempat memanas.

Tak hanya saat perampasan poster, ketika berlangsung adu yel, kondisi di tempat tersebut juga memanas. Namun, situasi berangsur kondusif setelah kepolisian mengimbau agar massa menenangkan diri dan tidak terprovokasi.

Polisi kerahkan hampir 3.000 personil.

Potensi rusuh pada persidangan hari ini sudah diantisipasi oleh pihak kepolisian. Diberitakan Republika.co.id,setidaknya ada 2.986 personil yang gabungan yang diturunkan untuk melakukan pengamanan. Rinciannya, 320 pasukan dari Mabes Polri, 2.542 personil dari Polda Metro Jaya, serta 124 pasukan dari Polres Jakarta Pusat.
Sidang hari ini hanya berlangsung kurang dari 1 jam. Agenda hari ini adalah mendengar tanggapan jaksa penuntut terkait tas nota keberatan atau eksepsi Ahok dan tim pengacaranya pekan lalu. Kemudian, Majelis Hakim yang diketuai oleh hakim Dwiarso Budi memutuskan untuk menunda sidang dan melanjutkannya Selasa (27/12) pekan depan dengan agenda putusan sela.


sumber

Share
 
Copyright © 2015. DUNIA SATU | Informasi Seputar Tips dan Info.
Theme Modify by Awandievata. Published by Themes Paper. .
Creative Commons License