Menekan Jumlah Angka Pengangguran Lewat Job Fair

Para pencari kerja di Jakarta Selatan diselektif dalam memilih pekerjaan. Faktor ini bisa dilihat dari tak sedikitnya para pencari kerja yang tak mengambil tawaran kerja dari Suku Dinas Jakarta Selatan. 

"Kadang-kadang para pencari kerja itu mencari berdasarkan apa yang diharapkannya. Begitu ada penawaran kerja lain yang lebih baik, keluar lagi. Itu kendala yang rutin dikeluhkan oleh perusahaan," kata Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja serta Transmigrasi Jakarta Selatan, Washington Siagian, Jumat (20/2/2015). 

Washington membicarakan bahwa Suku Dinas Tenaga Kerja serta Transmigrasi memfasilitasi para pencari kerja melewati job fair serta penempatan kerja di setiap perusahaan. Upaya inilah yang memengaruhi penurunan jumlah pengangguran di Jakarta Selatan.

"Kenapa bisa turun? Sebab kami genjot melewati job fair. Kemudian kami juga membuat penempatan langsung pada perusahaan yang membutuhkan para pencari kerja," kata Washington. 



Tetapi, Washington tak jarang menemukan pencari kerja yang telah lolos seleksi serta menandatangani kontrak, tetapi tak hadir saat wajib bekerja. 

Menurut Washington, ini mungkin saja dikarenakan pencari kerja memperoleh tawaran kerja yang lebih baik di tempat lain. 

"Pada saat orang telah lolos interview, telah tanda tangan kontrak, waktu mau masuk kerja enggak datang. Mungkin telah bisa tawaran yang lebih keren, tak sedikit kami alamiah itu," ujar Washington. 

Dia meningkatkankan bahwa fenomena tersebut bukan kesalahan pihak pemerintah maupun perusahaan, melainkan kembali ke opsi masing-masing pencari kerja. 

"Yang salah siapa? Enggak bisa kami bilang yang salah kita, bukan salah perusahaan juga. Kembali lagi ke SDM kita," ujarnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel