Ilmuwan Menemukan Fosil Rahang 'Manusia Pertama di Dunia'

Ledi-Geraru - Sekelompok ilmuwan menemukan tulang rahang dari sesosok manusia yang ada di Ethiopia. Rahang tersebut diklaim sebagai milik salah satu manusia pertama di dunia.

Rahang tersebut telah ditemukan di daerah Ledi-Geraru, Afar, Ethiopia yang ditemukan oleh mahasiswa setempat bernama Chalachew Seyoum. Dirinya mengaku sangat terkejut saat kali pertama menemukannya.


"Saat aku menemukannya, aku langsung yakin ini adalah temuan penting. Itu adalah fosil dari tipe manusia zaman dulu yang nasib di Afrika Timur," ungkap Chalachew Seyoum, semacam dimuat BBC, Kamis (5/3/2015).

Fosil tersebut adalah rahang bawah dengan 5 gigi. Ukuran giginya yang ditemukan itu lebih kecil dibanding fosil manusia terdahulu dari manusia yang sebelumnya dianggap lebih sepuh.

Sekelompok ilmuwan telah memperkirakan tulang rahang yang ditemukan itu berasal dari manusia yang nasib pada 2,8 juta tahun lalu, lebih lama dari perdiksi sebelumnya -- bahwa manusia tertua nasib pada 400 ribu tahun lalu.

"Sebelumnya, fosil tertua yang diyakini itu berasal dari tipe Homo yang rahangnya ditemukan di Hadar, Ethiopia pada kurang lebih 2 tahun lalu," ucap William Kimbel, Direktur Institute Studi Nenek Moyang Manusia (Institute of Human Origin), Arizona State University.

"Jadi temuan terakhir ini mengajak untuk membahas pertanyaan baru apakah manusia pertama hidup dalam 400 ribu tahun lalu, atau jangan-jangan ada yang lebih tua lagi ,"kata dia.

Selain itu, berdasarkan ukuran rahang serta gigi yang besar, ilmuwan menemukan adanya transisi yang diduga kuat dampak terjadinya perubahan iklim.

Transisi tersebut yakni dari kenasiban yang menetap di sebuahtempat, tergolong di pohon, menjadi nasib berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi yang lainnya. Yang awalnya tergantung dari sumber daya alam menjadi nasib mandiri dengan mencoba mengembangkan bahan makanan. 

"Ini adalah masa transisi terpenting dalam kehidupan evolusi manusia," ucap Kepala Tim Peneliti Prof Brian Villmoare dari University of Nevada.



Spesies "Lucy"

Kepala Tim Peneliti Prof Brian Villmoare membahas, pihaknya juga menduga adanya hubungan antara temuan rahang tersebut dengan spesies Australopithecus sediba yang ditemukan di Ethiopia pada 1970 silam.

Spesies primata mirip manusia yang populer dengan nama "Lucy" itu diperkirakan sudah ada sejak 3,2 juta tahun yang lalu. Lantas dari temuan itu, apakah manusia adalah evolusi dari Lucy?

"Itulah yang sekarang sedang kami perdebatkan," ucap Villmoare. Tetapi sejauh ini belum ada temuan fosil Homo Erectus alias manusia dengan volume otak relatif besar yang nasib pada kisaran zaman Lucy berada.

Senada dengan Brian, William Kimbel berkata, "temuan terakhir ini diyakini manusia yang lebih primitif -- yang nasib di antara masa Lucy serta manusia selanjutnya -- sebab mempunyai ciri-ciri dari campuran kedua tipe tersebut," 

Lebih jauh, hasil rekonstruksi ulang dari berbagai tulang milik Homo habilis yang dipublikasikan jurnal ilmiah Nature Journal diduga adalah turunan dari temuan fosil manusia yang baru ditemukan saat ini.

"Temuan ini sangatlah menolong kami dalam menelusuri periode evolusi manusia dari beberapa jutaan tahun lalu yang selagi ini menjadi misteri bagi orang sekarang," ucap Profesor Fred Spoor of University College London.

Sementara itu, Profesor Chris Stringer dari Natural History Museum di London mekualitas, temuan ini sudah mengungkap fakta baru yang lebih penting lagi. Menurut dia, temuan tulang ini setidaknya mengungkap karakteristik bentuk 'manusia pertama'. Tetapi dirinya menekankan temuan fosil rahang tak lumayan untuk mengungkapnya dengan cara detail.

"Ini adalah tantangan bagi kami untuk mengungkap bagaimana karakteristik manusia purba pertama, apakah kami berasal dari sosok yang bergigi serta rahang kecil dengan ukuran otak besar, kaki yang panjang alias ciri-ciri bentuk lainnya," kata Chris. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel