Mantan Perdana Menteri IRAN Dilarang Menghadiri Acara Pernikahan Putrinya

TEHERAN – Mantan Perdana Menteri (PM) Iran Mir Hossein Mousavi dilarang oleh pihak berwenang Iran untuk menghadiri acara pernikahan putrinya sendiri. Mousavi dan istrinya Zahra Rahnavard telah menjadi tahanan rumah sejak 2011 setelah memimpin aksi unjuk rasa besar-besaran mengenai sengketa pemilihan umum pada 2009.


Mousavi yang menjabat sebagai PM Iran pada periode 1981 sampai 1989 maju dalam pemilihan umum 2009 menghadapi presiden incumbent saat itu Mahmoud Ahmadinejad untuk memperebutkan kursi kepemimpinan Negeri Para Mullah. Namun, hasil pemilu yang diduga dipenuhi kecurangan dan manipulasi menyatakan dirinya kalah suara.
Kekalahan tokoh reformis Iran itu menimbulkan protes berkepanjangan dari kampanyenya yang kemudian berubah menjadi gerakan internasional menentang Pemerintah Iran dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Meski gerakan tersebut digagalkan dengan tindakan keras dari pemerintah, Mousavi tetap menjadi pemimpinnya, tapi dengan pergerakan yang sangat dibatasi.
Selain Mousavi, otoritas Iran juga melarang mantan Presiden Mohammad Khatami untuk datang ke pernikahan putri Mousavi. Menurut keterangan laman oposisi, Kaleme, yang dilansir Associated Press, Minggu (6/3/2016), Khatami yang juga berasal dari kalangan reformis dilarang penjaga keamanan untuk meninggalkan rumahnya.
Kalangan garis keras Iran masih memegang kendali pemerintahan sejak Revolusi Iran 1979. Meski Presiden Iran saat ini, Hassan Rouhani berasal dari kalangan reformis, kelompok garis keras masih menguasai sebagian besar parlemen.
Pada pemilu yang berlangsung pekan lalu, kelompok garis keras mengalami kemunduran suara yang signifikan, walau begitu mereka masih memegang kendali atas kekuasaan yudisial dan kekuatan keamanan.


sumber

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel