Ahok Minta Rumahnya Dikawal Ketat Polisi

JAKARTA, Polda Metro Jaya, menurunkan personel Brimob dan Sabhara untuk melakukan pengamanan di sekitar tempat tinggal Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama, di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Pengamanan dilakukan terkait tahapan-tahapan Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta.



"Gubernur DKI membuat surat ke Kapolda terkait permintaan pengamanan. Kami kirimkan Brimob di dekat rumahnya, ada pos pengamanan. Kami lakukan pengamanan karena memang ini sudah mulaipentahapan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono, Jumat 16 September 2016.

Permintaan Ahok kepada Kapolda ini semakin menguatkan pesan bahwa Ahok berjarak dengan warganya. Setelah serangkaian penolakkan atas kedatangan Ahok, Gubernur DKI ini memperlengkapi diri dengan pengawalan ketat. Seolah-olah ia adalah korban kebrutalan warga.

Ahok lupa bahwa sikap warga yang keras adalah cerminan tangan-tangan besi Ahok yang menggusur, memindahkan, menindas rakyat kecil, memojokkan umat muslim, namun memberi ruang luas kepada para pengembang untuk merampas dan menguasai Jakarta.

Permintaan pengawalan ini terlihat biasa. Dan boleh saja berkilah bahwa pengawalan ini terjadi pada setiap era. Namun rakyat yang sudah muak menganggap proses pengawalan rumah Ahok ini sebagai bentuk ketakutan berlebihan sang Gubernur yang selama ini selalu gemar menantang pihak-pihak yang berseberangan dengannya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel