Si Hacker Indonesia, Aset Negara Jangan Sampai Dibawa Jerman

DUNIASATU.COM, - Kuasa Hukum Sultan Haikal, Ramdhan Alamsyah menyebut, kliennya mendapat tawaran bekerja di luar negeri karena kemampuannya sebagai hacker. 

Hal itu disampaikannya setelah mendapat penawaran dari rekannya di Jerman.



"Kita sudah ngobrol (sama polisi). Alangkah sayangnya kalau orang-orang luar itu yang merekrut Haikal. Teman saya dari Jerman telepon kemarin, dia nanya, itu benar kasus anak bocah begitu? Pintar tuh anak.


Boleh tuh nanti kalau (kasusnya) sudah selesai, kita kerjakan aja di sini (Jerman). (Teman) yang di Singapura juga (ngomong) begitu," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (8/4).

Justru itu, Ramdhan mengharapkan, pemerintah lebih bijak memikirkan masa depannya. Sehingga, anak jenius seperti Haikal tidak dipekerjakan negara lain.

"Jangan sampai kemudian direkrut orang. Itu kan aset bangsa. Pada dasarnya anak ini baik. Kalau memang polri mau mengarahkan dan mendidik ya silakan," katanya.

Dalam kasus ini, Ramdhan menegaskan, kalau putra Kamal ini tidaklah bersalah. Sebab, Haikal hanyalah korban dari perbudakan.

"Dia dimanfaatkan orang lain. Dia kan cuma disuruh itu. Dia bukan otaknya loh. Dia punya kemampuan khusus, kemudian disuruh temannya 'udah loe jebol deh, gampang nanti gua yang cariin duit' gitu loh. Udah jebol, dikasih deh tuh password-nya dan semuanya ke temannya itu. Nah temannya yang mengelola," akhirnya. [hrs]



sumber

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel