Jaringan Nuklir AS Kebobolan Hacker Pemerintah Rusia

WASHINGTON - Periset pemerintah Rusia disebut berada di belakang gangguan siber baru-baru ini yang menimpa sistem bisnis tenaga nuklir Amerika Serikat (AS) dan perusahaan energi lainnya dalam upaya untuk menilai jaringan mereka, menurut pejabat pemerintah AS.


Dilansir surat kabar Washington Post, Sabtu (8/7), Pejabat AS tersebut mengatakan tidak ada bukti bahwa hacker tersebut melanggar atau mengganggu sistem inti yang mengendalikan operasi di pabrik itu, sehingga masyarakat tidak berisiko. Sebaliknya, kata mereka, para hacker masuk ke sistem yang berurusan dengan urusan bisnis dan administratif, seperti personil.

Pada akhir Juni, FBI dan Department of Homeland Security mengirim peringatan bersama ke sektor energi yang menyatakan bahwa aktor dibalik serangan siber tersebut telah mencuri informasi, masuk ke dalam jaringan dan membobol password untuk mendapatkan akses ke jaringan perusahaan. Baik FBI maupun Department of Homeland Security tidak menyebut nama Rusia.

Sementara Badan Keamanan Nasional telah mendeteksi aktivitas spesifik agen mata-mata Rusia, FSB, yang menargetkan perusahaan energi tersebut, menurut dua pejabat. NSA menolak berkomentar. Penggangguan sebelumnya dilaporkan tapi bukan atribusi ke Rusia oleh pejabat AS.

Peringatan bersama dari FBI dan DHS, yang pertama kali dilaporkan oleh Reuters pada 30 Juni, mengatakan bahwa para peretas telah menargetkan industri ini setidaknya sejak Mei. Beberapa hari sebelumnya, E & E News, sebuah publikasi perdagangan energi, telah melaporkan bahwa pihak berwenang AS sedang menyelidiki gangguan siber yang mempengaruhi beberapa lokasi pembangkit tenaga nuklir.

Kegiatan berbahaya tersebut terjadi saat Presiden Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan pada hari Jumat (7/7) mengakui tantangan dari ancaman siber dan "sepakat untuk mengeksplorasi kerangka kerja untuk menangani persoalan tersebut engan lebih baik, termasuk yang membahayakan infrastruktur penting seperti energi nuklir.



sumber : republika.co.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel